Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia. Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.
Saat ini terdapat 438 artikel pilihan dari 770.485 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.759 artikel di Wikipedia.
Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang () pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.
Sebuah dahagi terjadi di HMS Bounty(gambar rekonstruksi kapal) saat mengarungi Pasifik Selatan pada 28 April 1789. Para awak pendahagi di bawah pimpinan Penjabat Letnan Fletcher Christian merebut kendali kapal dari nakhoda mereka, Letnan William Bligh, dan meninggalkan sang nakhoda terkatung-katung di tengah laut bersama 18 awak kapal yang setia padanya dalam sebuah perahu barkas tanpa atap. Sebagian pendahagi menetap di Tahiti dan selebihnya menetap di Pulau Pitcairn, sementara Letnan Bligh berhasil memandu barkas mengarungi samudra sejauh 3.500 mil laut (4.000 mil atau 6.500km) hingga berlabuh dengan selamat, dan mulai melakukan upaya hukum untuk menyeret para pendahagi ke pengadilan. Rombongan yang dipimpin Fletcher Christian tetap buron di Pulau Pitcairn sampai 1808; kala itu, tinggal John Adams yang masih hidup. Para pendahagi (termasuk Fletcher Christian) dan para lelaki Polinesia yang ikut bersama mereka, terus-menerus bertikai dan saling bunuh; hanya Ned Young dan John Adams yang selamat. Ned Young wafat akibat penyakit asma pada 1800. Tidak ada tindakan hukum apa pun dari pemerintah Britania terhadap John Adams. Keturunan dari para pendahagi dan perempuan-perempuan Tahiti yang ikut bersama mereka, masih menetap di Pulau Pitcairn sampai abad ke-21. (Selengkapnya...)
Pada tahun 1257, terjadi sebuah letusan dahsyat di Samalas, sebuah gunung berapi yang terletak di pulau Lombok, Indonesia. Peristiwa ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 7, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terbesar pada kala Holosen. Letusan tersebut menghasilkan sebuah kaldera besar yang kini menampung Danau Segara Anak. Aktivitas vulkanik berikutnya kemudian membentuk pusat-pusat erupsi baru di dalam kaldera itu, termasuk kerucut Barujari yang masih aktif hingga kini. Letusan Samalas menciptakan kolom erupsi yang menjulang puluhan kilometer ke atmosfer dan menghasilkan aliran piroklastik yang menimbun sebagian besar wilayah Lombok serta melintasi laut hingga mencapai pulau tetangga, Sumbawa. Aliran tersebut menghancurkan berbagai permukiman manusia, termasuk kota Pamatan, ibu kota kerajaan yang pernah berdiri di Lombok. Abu vulkanik dari letusan ini jatuh sejauh 340 kilometer (210mi) hingga ke Jawa; gunung ini memuntahkan lebih dari 10 kilometer kubik (2,4cumi) batuan dan abu vulkanik. (Selengkapnya...)
Dara-laut arktik merupakan sejenis burung dara-laut dalam familiLaridae. Burung ini memiliki persebaran pembiakan sirkumpolar yang mencakup wilayah Arktik dan sub-Arktik di Eropa (sejauh selatan Brittany), Asia, serta Amerika Utara (sejauh selatan Massachusetts). Spesies ini bersifat sangat migratori, mengalami dua musim panas setiap tahunnya saat bermigrasi menyusuri rute yang berliku dari tempat pembiakan utara menuju pesisir Antarktika untuk menyambut musim panas selatan, dan kembali lagi sekitar enam bulan kemudian. Penelitian terbaru menunjukkan rata-rata jarak perjalanan pulang-pergi tahunan yaitu sekitar 70,900km (38,283nmi) bagi burung yang bersarang di Islandia dan Greenland, serta sekitar 48,700km (26,296nmi) bagi koloni di Belanda. Bahkan, seekor individu dari Kepulauan Farne di Northumberland yang dipasangi alat geolokator tercatat menempuh jarak luar biasa sejauh 96,000km (52nmi) dalam sepuluh bulan, terhitung sejak akhir musim biak hingga awal musim berikutnya. Fenomena ini merupakan rekor migrasi terjauh yang diketahui dalam kerajaan hewan. (Selengkapnya...)